Zona Mati Menyebar, Mahluk Laut Bisa Punah

Zona Mati Menyebar, Mahluk Laut Bisa Punah

Kadar oksigen di sejumlah laut lepas (samudera) di muka Bumi kian berkurang. Ini dapat menjadi pertanda lain bagi perubahan iklim dan mengancam kehidupan mahluk-mahluk di bawah permukaan laut.

Demikian menurut kalangan pengamat lingkungan di Amerika Serikat, seperti dihimpun di laman McClatchy Newspapers. Mereka mengamati gejala turunnya kadar oksigen di lepas pantai kawasan pesisir barat laut AS, yang menjadi bagian dari Samudera Pasifik.

Di kawasan lepas pantai negara bagian Washington dan Oregon akhir-akhir ditemukan banyak bangkai kepiting Dungeness, bintang laut yang rata-rata berusia 25 tahun, dan sejumlah spesies lain di dasar laut. Mereka mati akibat kekurangan oksigen.

Bangkai-bangkai itu berpotensi menimbulkan bakter-bakteri berbahaya yang bisa mengganggu rantai makanan biota-biota laut.

Wilayah-wilayah di bawah permukaan laut yang mengalami kadar oksigen rendah disebut hypoxia. Daerah yang juga populer disebut “Zona Mati” itu terjadi di perairan laut dalam.

Hypoxia terus menyebar di sejumlah laut lepas seperti samudera Pasifik, Atlantik, dan Hindia. “Penipisan kadar oksigen di tiga samudera itu menyebar dengan cepat,” kata Gregory Johnson, pakar kelautan di National Oceanic and Atmospheric Administration di Kota Seattle.

Di sejumlah tempat, seperti di lepas pantai California Selatan, AS, kadar oksigen sudah turun sekitar 20 persen dalam 25 tahun terakhir. Namun, para pakar menilai, di tempat-tempat lain kadar oksigen kemungkinan sudah berkurang sepertiganya dalam 50 tahun terakhir.

“Yang benar-benar mengejutkan adalah bagaimana fenomena ini sudah menjadi norma baru,” kata Jack Barth, pengamat kelautan dari Universitas Negara Bagian Oregon. “Kita terus menyaksikannya dari tahun ke tahun,” lanjut Barth.

Bersama para pakar lain, Barth menilai bahwa perubahan itu sejalan dengan model perubahan iklim saat ini. Sejumlah studi telah menemukan bahwa kadar air laut di samudera menjadi lebih asam dan menyerap lebih banyak karbon dioksida dan gas-gas lain rumah kaca.

Menurut Francis Chan, peneliti dari Universitas Negara Bagian Oregon, bila Bumi terus menghangat, kadar oksigen di lautan terus menurun.

• VIVAnews




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s