Archive for the ‘religion’ Category

delapan etika berpendapat

pertama

ketika berpendapat, di usahakan ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu disaat berbeda pendapat.juga menghindari sikap show off (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu

kedua

mengembalikan perkara yang diselisihkan  kepada kitab AL QURAN dan sunnah , karena ALLAH telah berfirman “dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada ALLAH (kitab) dan RASUL” (An-nisa;59)

ketiga

ketika berpendapat diperlukan sifat berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat dengan dirisendiri , dan tidak menuduh buruk niatnya, mencela , dan menganggap cacat.

keempat

ketika berpendapat sebisa mungkin untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan.

kelima

ketika berpendapat berusaha  sebisa mungkin untuk tidak  mudah menyalahkan orang lain.kecuali sesudah penelitian yang dalam dan dipikirkan secara matang.

keenam

ketika berpendapat berlapang dada ketika menerima keritikan yang ditunjukan kepada diri sendiri atau catatan catatan yang dialamatkan kepada diri sendiri.

ketujuh

ketika berpendapat sebisa mungkin menghindari permasalahan permasalahan khilafiyah dan fitnah.

kedelapan

ketika berpendapat tetaplah berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan yang saling bantah membantah dan kasar terhadap lawan

monggo tergantung opininya masing masing

Iklan

lima etika bercanda

pertama

Hendaknya candaan itu tidak mengandung nama ALLAH, Ayat-ayatNya, sunnah rasul, atau syiar-syiar islam.

Karena ALLAH Telah berfirman tentang orang oranga yan memperolok-olokan sahabat nabi yang  ahli membaca AL-QURAN yang artinya

“dan jika kamu tanyakan kepada mereka, (tentang apa yang mereka lakukan ) tentulah mereka menjawab “sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain main saja” .katakan lah apakah  dengan  ALLAH , ayat-ayatNya, dan Rasul kamu selalu kafir sesudah beriman”.(at-taubah:65-66)

kedua

hendaknya candaan itu benar; tidak mengandung dusta

dan hendaknya orang yang bercanda tidak mengada-ngada cerita-cerita  khayalan supaya orang orang tertawa. Rasulullah bersabda

” celakalah bagi orang orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. celakalah baginya dan celakalah” (HR-Ahmad dan dinilai hasan oleh AL-AL-BANI)

ketiga

Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di dunia.

rasulallah bersabda “janganlah diantara kamu mengambil barang temannya apakah itu canda atau sungguh sungguh: dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikan kepadanya.” (HR; AHMAD dan ABU DAUD)

keempat

bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang orang yang lebih tua darimu ,

atau  terhadap orang yang tidak bisa bercanda dan tidak dapat menerimanya. atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.

kelima

hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiat mu,

dan jatuh lah wibawa mu  dan akibatnya kamu mudah di permainkan oleh orang lain.

(sumber etika kehidupan muslim sehari hari yayasan as-sofwa,jakarta)

monggo itu tergantung pendapat temen temen sendiri.
biar temen temen sendiri yang berkomentar

belajar menerima kekurangan

“…dan manusia itu dijadikan bersifat lemah”(qs an-nisaa;28)

setiap manusia pasti berbeda,baik berbentuk fisik, sifat maupun nasibnya sekalipun disebut orang kembar,

memang ada yang pintar dan belum pintar.ada yang kaya dan ada yang belum kaya. dan masih banyak perbedaan yang telah kita ketahui.ketika  dijalan kita bertemu dengan orang yang cantik atau ganteng. walau pun cantik dan ganteng itu masih banyak orang yang bilang relatif.

selain itu terkadang rasa iri timbul ketika melihat seorang teman yang telah mendapatkan prestasi yang patut di banggakan.tetapi kita tidak bisa  mencapainya.

jadi apa  sebenarnya yang harus kita lakukan?

pada dasarnya ALLAH SWT , sang pencipta mahkluk sungguh sangat adil. Dia maha mengetahui makna di balik penciptaanya.betapa tidak? mahkluk yang di ciptakannya memiliki kelebihan dan keistimewaannya sendiri.

contoh orang ganteng, belum tentu mereka bisa disenangi banyak orang.

atau orang kaya juga belum tentu bahagia.

Namun mereka jelas menyimpan  kekurangan dan kelemahan.

artinya setiap mahkluk tidak ada yang sempurna.

semua mengandung sisi positif dan negatif.  dari sini kita harus bersyukur menerima apa adanya, semua yang telah ditentukan oleh ALLAH SWT.

belajar menerima kekurangan ,baik yang terdapat pada diri sendiriatau pun orang lain, sangatlah tidak mudah, tapi itu juga mungkin .

selama ini , barangkali kita hanya menikmati kelebihan kelebihan sementara kita tidak pernah bersyukur akan kekurangan yang banyak menyimpan maksud tertentu.

saling mengisi sebagai salah satu fungsi ikhuwah (persaudaraan) , merupakan faidah dari menerima kekurangan.

artinya kelebihan yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah untuk mengisi kekurangan orang lain, dan kekurangan kita bisa diisi oleh kelebihan orang lain .hal ini menunjukan bahwa manusia bersifat sosia (saling membutuhkan) tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri. karena hidup ini adalah untuk saling mengisi.

disamping itu menghargai orang lain merupakan sebuah pengakuan bahwa masih banyak orang orang yang melebihi kita dalam segala hal.

agama pun mengajarkannya dengan kaitan harta (kekayaan) bahwa lebih mulia jika kita melihat orang yang dibawah dari pada mengikuti nafsu.

namun alangkah lebih baiknya jika kita . berusaha ke atas namun tanpa melupakan yang dibawah…

jika mengingat kematian, itu akan membuat kita semakin sadar, bahwa manusia dan semua mahkluk akan mengalami kehancuran cepat atau lambat.

dan semua yang kita cintai akan ditinggalkan. dengan menyadari ini kita tidak diperkenankan berlaku sombong dan angkuh dengan segala yang kita miliki.

sebab hanya ALLAH LAH yang maha KUASA.seperti dalam firmannya..

“….sesungguhnya ALLAH itu maha kuat dan maha kuasa” (qs; al -hajj;40)

dengan belajar menerima kekurangan, kira  harus menerima pemberian atau karunia ALLAH Dalam bentuk apapun denagn lapang dada…

semoga